Ingin membangun rumah atau properti di lahan yang terbatas? Menerapkan konsep mezzanine bisa menjadi solusi tepat!
Pasalnya, konsep ini memungkinkan Anda untuk membangun ruang atau lantai tambahan dalam sebuah hunian dengan satu lantai. Kurang lebih, konsep mezzanine terlihat mirip seperti balkon, tapi ada di dalam ruangan.
Selain bisa memaksimalkan penggunaan ruangan yang terbatas, konsep rumah mezzanine juga bisa memberikan kesan hunian yang lebih tinggi dan megah.
Mari simak lebih lanjut tentang apa itu mezzanine, mulai dari pengertian, kelebihan dan kekurangan, hingga tips membangunnya dalam artikel berikut ini!
Apa itu Mezzanine?
Mezzanine berasal dari bahasa Italia, yaitu “mezzo” yang berarti bagian tengah. Secara sederhana, mezzanine adalah ruang atau lantai tambahan yang dibangun pada sebuah bangunan dengan satu lantai.
Karena didirikan di bagian atas hunian, sebagian orang sering keliru dengan menganggap mezzanine sebagai bagian dari langit-langit bangunan.
Perlu diluruskan, mezzanine adalah ruangan tambahan yang menyerupai balkon, dan tidak menyatu dengan langit-langit hunian. Bangunannya pun berada di antara lantai bawah dan plafon atau atap, serta memiliki ukuran sekitar sepertiga dari luas ruangan.
Konsep mezzanine pada dasarnya cocok diterapkan pada rumah yang memiliki langit-langit tinggi. Lantai tambahan tersebut biasanya digunakan untuk berbagai keperluan, seperti ruang kerja, kamar tidur, perpustakaan, ruang keluarga, dan sebagainya.
Kelebihan dan Kekurangan Konsep Mezzanine
Konsep rumah mezzanine memang bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin memaksimalkan ruangan pada hunian dengan lahan terbatas.
Namun, sebagai konsep arsitektur sebuah hunian, gaya mezzanine tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:
Kelebihan Konsep Mezzanine
Beberapa kelebihan konsep mezzanine yang sering menjadi alasan sebagian orang untuk mengadopsi gaya ini adalah sebagai berikut:
- Memaksimalkan penggunaan ruangan dengan anggaran yang terjangkau. Alih-alih merenovasi rumah dan membangun lantai baru, menerapkan konsep mezzanine cenderung lebih hemat biaya karena hanya memanfaatkan area plafon yang tidak terpakai.
- Memiliki desain yang unik dan estetik. Rumah berkonsep mezzanine memiliki karakter visual yang begitu khas karena adanya lantai tambahan yang menyerupai balkon di dalam ruangan. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri.
- Penggunaannya cukup fleksibel. Ruangan mezzanine bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan sesuai dengan preferensi pribadi, seperti ruang penyimpanan, kamar tidur tambahan, ruang anak-anak, atau bahkan ruang kerja/studio.
Kekurangan Konsep Mezzanine
Sementara itu, sejumlah kekurangan konsep mezzanine yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
- Harus menyiapkan ruang di lantai utama untuk membangun tangga. Pada rumah kecil, hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena tangga harus tetap aman dan nyaman, tidak terlalu curam maupun sempit, tanpa mengganggu tata letak ruangan.
- Privasi yang sangat terbatas. Area mezzanine biasanya terbuka dan membuat ruangannya terlihat dari lantai utama. Hal itu membuatnya kurang cocok untuk dijadikan sebagai ruang yang butuh privasi, seperti kamar tidur.
- Suhu ruangan dan sirkulasi udara bisa terganggu. Letak area mezzanine pada dasarnya lebih tinggi dan terbuka daripada ruangan lain, sehingga suhu udaranya cenderung lebih panas. Aliran udaranya juga rentan kurang optimal.
- Desainnya cukup kompleks. Karena dibangun di atas sebagian area lantai utama, konsep mezzanine memerlukan perencanaan arsitektur dan struktural yang lebih rumit daripada ruangan biasa, seperti perlu memperhitungkan beban struktur, ventilasi, pencahayaan, dan sebagainya.
Tips Membangun Konsep Rumah Mezzanine
Perlu Anda ketahui bahwa membangun mezzanine tidak bisa dilakukan secara sembarangan, mengingat konsep bangunannya sendiri membutuhkan perencanaan yang lebih kompleks.
Maka dari itu, agar konsep rumah mezzanine terasa nyaman, aman, dan tetap estetik, berikut ini ada beberapa tips yang bisa dijadikan panduan saat ingin membangun konsep rumah ini:
1. Perhatikan Ketinggian Bangunan Terlebih Dahulu
Pertama-tama, pastikan ketinggian bangunan Anda bisa memenuhi fungsi ruang di dalamnya, termasuk area mezzanine. Idealnya, ketinggian bangunan untuk rumah berkonsep mezzanine adalah 4,5 meter atau lebih.
Dengan ketinggian itu, area mezzanine yang terletak di bagian atas maupun ruangan di bawahnya bisa memiliki tinggi sekitar 2 meter, sehingga bisa diakses dengan mudah oleh orang dewasa di Indonesia yang memiliki tinggi rata-rata sekitar 165 cm.
2. Sesuaikan Pencahayaan Ruangan
Langkah berikutnya, pastikan pencahayaan pada area mezzanine sesuai dengan tujuan dari penggunaan ruangan itu sendiri. Jangan lupa juga untuk memperhatikan apakah kehadiran area mezzanine jadi mengganggu ruangan lainnya yang berdekatan.
Selain dari lampu, Anda juga bisa memanfaatkan cahaya alami dari sinar matahari melalui penggunaan atap kaca atau jendela berukuran sedang.
3. Pilih Material yang Tepat
Tips membangun rumah mezzanine berikutnya adalah memilih material yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Pada dasarnya, ada beberapa jenis material yang kerap digunakan untuk membangun lantai area mezzanine, yaitu kayu, beton, besi, dan baja.
Material kayu kerap dipilih karena bisa menghadirkan konsep ruangan yang estetik dan menenangkan. Namun, pastikan untuk memilih kayu berkualitas baik dengan ketebalan yang memadai, sehingga kestabilan dan kekuatan area mezzanine yang berada di bagian atas ruangan tetap terjaga.
Sementara itu, beton biasanya dipilih sebagai bahan dasar lantai mezzanine karena cenderung kokoh, kuat, dan tahan lama. Di sisi lain, Anda bisa menggunakan besi dan baja jika ingin yang lebih praktis dan mudah diaplikasikan.
4. Pastikan Ruangan di Bawah Area Mezzanine Tetap Nyaman
Karena kehadiran mezzanine rentan mengganggu sirkulasi udara ruangan, Anda juga perlu memperhatikan kenyamanan ruangan utama sebaik mungkin sebelum membangun rumah berkonsep ini.
Berikanlah pencahayaan yang cukup dan pastikan keberadaan ventilasi di dalam ruangan telah diatur sebaik mungkin, sehingga ruangan tersebut tidak terbatas oleh ketinggian langit-langit yang cenderung rendah karena adanya area mezzanine di atas.
Contoh Konsep Rumah Mezzanine
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penerapan konsep mezzanine memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dalam hal ini, desain, struktur, dan fungsi ruangan harus dipikirkan secara matang agar tetap nyaman dan aman untuk digunakan.
Masih bingung bagaimana cara merencanakan konsep rumah mezzanine yang sesuai dengan kebutuhan pribadi? Berikut adalah beberapa contoh desainnya yang bisa dijadikan sebagai referensi:
A. Konsep Mezzanine untuk Kamar Tidur

Dalam konsep satu ini, desainnya didominasi oleh material berbahan kayu, membuat suasana kamar jadi terasa hangat dan lebih natural. Selain itu, karena posisi tempat tidur lebih tinggi daripada ruangan, Anda pun bisa mendapatkan privasi tambahan.
B. Konsep Mezzanine untuk Ruang Kerja

Alih-alih dibuat tertutup, area ini memang dirancang dengan elemen transparan, seperti kaca sebagai dinding, yang justru menjadi daya tarik utamanya.
Penggunaan kaca sebagai dinding juga memberikan kesan ruang yang lebih luas dan terang karena cahaya alami dari jendela bisa masuk dan menyebar hingga ke lantai bawah.
Dengan konsep seperti ini, ruang kerja jadi terasa lebih fungsional, apalagi bangunannya juga menyatu dengan rak buku besar yang ada di sekitarnya.
C. Konsep Mezzanine untuk Ruang Bersantai

Anda bisa mengisi ruangan ini dengan berbagai furnitur, seperti rak buku besar, gitar akustik, atau bahkan piano di bagian pojok.
Di contoh ini, lantainya menggunakan bahan kayu, sementara pagarnya berbahan dasar besi hitam industrial yang menciptakan aksen elegan, aman, dan sangat bergaya.
Membangun rumah dengan konsep mezzanine memang bisa jadi pilihan tepat untuk memaksimalkan ruang sekaligus menciptakan suasana yang unik dan nyaman di hunian.
Namun, karena konsepnya cukup rumit, kamu tidak bisa melakukannya secara asal-asalan. Jika membutuhkan bantuan profesional untuk merancang atau membangun rumah mezzanine di Bali, jangan ragu untuk menghubungi Pakun Jaya Perkasa.
Pakun Jaya Perkasa menawarkan jasa arsitek bali berpengalaman yang siap membantu mewujudkan proyek properti Anda dengan hasil terbaik dan sesuai harapan. Tunggu apa lagi? Kontak kami sekarang juga!

